Jumat, 15 Februari 2013

Samsung Rex Tantang Nokia Asha

Peluncuran seri REX (SlashGear)

Sebelum dikenal dengan deretan smartphonenya, Samsung memang sudah punya produk feature phone. Kini Samsung sepertinya ingin menghidupkan kembali salah satu lini produknya tersebut dengan merilis ponsel seri REX. 

Meski feature phone, Samsung mengklaim pengalaman menggunakan ponselnya ini mirip smartphone. Seri REX tampaknya ditujukan menyaingi Nokia dengan deretan Asha-nya. 

Vendor asal Korea Selatan ini dengan percaya diri memposisikan produknya di antara feature phone dan smartphone. Empat ponsel seri REX yang dirilisnya, mengusung layar sentuh high resolution dan user interface yang smart. Empat seri Samsung REX yang dirilis tersebut yakni REX 90, REX 80, REX 70 dan REX 60. 

Asim Warsi selaku Vice President Samsung Mobile mengatakan deretan ponsel ini akan memiliki berbagai fitur unik dan lebih pintar dari feature phone sebelumnya. 

"Keseluruhan ide dalam produk ini adalah menghadirkan user experience ke jenjang berikutnya," ujarnya seperti dilansir Cellular-news.

Pasar yang dibidiknya pun tak main-main, Samsung menyasar negara dengan populasi padat seperti India untuk produknya ini. Tak heran, India dipilihnya sebagai tempat peluncuran seri REX secara global. 

Setiap seri ponsel dilengkapi aplikasi Facebook dan browser Opera pre-installed. Tersedia juga aplikasi messaging andalan Samsung yakni ChatOn. REX 60 mengusung layar 2,8 inch dan dibekali kamera 1,3 megapixel. 

REX 70 yang juga dual SIM, memiliki layar 3 inch dan kamera 2 megapixel. REX 80 punya layar 3 inch, dan kamera 3,2 megapixel. Terakhir, REX 90 memiliki layar sedikit lebih lebar yakni 3,5 inch dan kamera 3,2 megapixel.

Semua ponsel yang dibekali fungsi dual SIM ini dibanderol di kisaran 4-6 ribu rupee India atau sekitar Rp 700 ribu - Rp 1 juta.


Sumber

Senin, 18 Juni 2012

Prosesor Ivy Bridge Untuk Kelas Pemula

Intel mengumumkan akan memperkenalkan sebuah prosesor Ivy Bridge i3 kelas pemula. Perkenalan prosesor Intel generasi ketiga ini dijadwalkan mulai 24 Juni tahun ini.

Diwartakan TechRadar, generasi Ivy Bridge diluncurkan Intel  pertama kali pada April lalu. Ivy Bridge (22 nanometer) berukuran lebih kecil ketimbang prosesor i5 dan i7 high-performance (32 nanometer).

Ovio Bawa Angry Birds Season ke "Piglantis"

Rovio memperluas level permainan Angry Birds Season besutannya dengan 30 level baru. Level kali ini diberi nama Piglantis dan menawarkan tantangan baru di dunia bawah laut.

Diwartakan T3, update terbaru ini diharapkan akan membuat orang melewatkan liburannya dengan permainan Angry Birds. Semua level dalam update tersebut tersedia untuk aplikasi iPhone dan Android.

Melanjutkan kesuksesannya dengan Angry Birds Space yang bermain menggunakan gravitasi, kini Rovio menghadirkan fisika bawah air. Para babi nakal dan barikade batu milik mereka tenggelam ke dasar laut sementara itu para burung pengejarnya turut menyelam.

Kontrol Xbox 360 Anda via iPhone

Microsoft telah melakukan pembaharuan (update) bagi aplikasi My Xbox Live versi 1.5 yang dapat mengontrol konsol Xbox 360 dengan perangkat smartphone, iPhone. Update ini tersedia untuk seluruh platform iOS, namun untuk alasan yang tidak jelas, fitur ini hanya dapat berjalan di iPhone.

Pertama, untuk menghubungkan Xbox 360 dengan iPhone, kedua perangkat tersebut dipastikan harus tersambung melalui jaringan WiFi. Anda bisa melihatnya di WiFi status dengan mengeceknya di setting pada iPhone dan network settings di Xbox. Seperti dicitat dari Cnet.

Tampilan Opera 12 yang Penuh Dengan Kostumisasi

Bagi Anda yang senang melakukan browsing di Internet melalui desktop, kini telah hadir Opera 12 yang tampil dengan opsi kustomisasi baru. Rilis anyar tersebut dikembangkan oleh Opera Software yang menghadirkan transformasi baru aplikasi peramban yang dibutuhkan oleh pengguna.

Dilansir Geekzone, software unduh gratis tersebut hadir dengan tema, yakni jalan mudah untuk kustomisasi tampilan browser penggunanya. Perusahaan yang berkantor pusat di Oslo, Norwegia itu, menyuguhkan hingga ratusan tema yang tersedia serta tambahan tema baru setiap harinya.

Ilmuwan Gunakan Cahaya untuk Mengontrol Otak

Ilmuwan melakukan penelitian mengenai penggunaan cahaya agar dapat mengontrol otak. Dengan hanya menggunakan jentikan saklar, implan yang memberikan cahaya ke dalam otak manusia bisa menjadi alternatif pengobatan baru untuk penyakit seperti epilepsi dan alzheimer (sejenis sindrom terkait sel otak).

Dilansir Telegraph,  ini merupakan area bagi para ilmuwan yang memiliki kekuatan untuk mengontrol pikiran manusia dengan alat khusus yang dapat dijentikkan seperti saklar. Ilmuwan mengembangkan sebuah cara dengan menggunakan tekanan cahaya untuk mengubah sel otak.

Dengan sistem yang dikembangkan tersebut, ilmuwan mengklaim mampu menyediakan cara untuk mengendalikan otak yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Para peneliti telah melakukan uji coba pada kera dengan menggunakan cahaya untuk menjadikan mereka terkantuk dan kemudian tertidur.

Senin, 30 April 2012

Software Pengukur Kejelekan Wajah "Ugly Meter"


Sebuah aplikasi yang membuat tujuannya untuk memberitahu Anda bagaimana jelek Anda yang naik tinggi di App Store Apple.

Dijuluki Ugly meter, aplikasi, yang telah ada selama beberapa waktu, tiba-tiba menemukan dirinya mengancam Ruang Angry Birds untuk posisi teratas di App Store Apple. Untuk jangka waktu tiga minggu, baru-baru, aplikasi topped daftar China iPhone apps atas, menurut Daily Mail di Inggris. Pada tulisan ini, itu di tempat kedua di toko AS.

Ugly Meter pertama menjadi berita utama tahun lalu setelah meningkatkan kekhawatiran di kalangan anti-cyberbullying organisasi. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memotret gambar wajah mereka, dan kemudian scan untuk simetri, kontur, dan elemen lainnya untuk menentukan seberapa baik atau buruk, mencari seseorang. Ratings dibagikan pada skala 1-10, dan mencakup beberapa gurauan yang tidak terlalu bagus tentang penampilan seseorang.